Kategori
Uncategorized

TEPUNG IKAN UNTUK PAKAN AYAM

Memelihara ayam petelur menjadi kesempatan untuk membuka usaha yang cukup di gemari orang lain juga. Dalam melakukan pemeliharan dan membudidayakan ayam petelur yang mempunyai kualitas dan penuhi permintaan pasar adalah hal yang menguntungkan buat peternak. Sebagai peternak ayam pastinya memiliki bidang bisnis peternak, perawatan dan produktivitas ayam petelur.

Salah satu jenis pakan berkualitas yaitu tepung ikan dengan memiliki protein tinggi. Tepung ikan yang mempunyai protein yang cukup tinggi dengan kaya akan asam lemak DHA dan EPA. Berfungsi sebagai optimalkan daya produksi ternak ayam petelur.

Sebelum memberikan tepung ikan kepada ayam, pastinya anda ingin sekali ternak ayam bisa bertumbuh secara cepat. Nah berikanlah campuran pada tepung ikan ini, sehingga bisa mempercepat pertumbuhan ternak ayam.

Campuran berkualitas seperti jagung atau bekatul, dicampurkan dengan tepung ikan. Setelah sudah dicampurkan mengaduk bahan secara bersama agar kandungan protein nya lebih tinggi lagi.

Tepung ikan yang mempunyai kadar protein tinggi dari jenis pakan lainnya. Bentuk yang sudah menjadi tepung ikan lebih mudah di campurkan dengan bahan lainnya. Kadar air yang rendah pada tepung ikan bisa mengawetkan dalam jangka waktu yang lama.

4 Kandungan Protein Berkualitasnya Pada Tepung Ikan

  • Tepung ikan protein tinggi memiliki kandungan 680 g/kg lebih. Kandungan minyaknya tidak sampai 90 g/kg.
  • Tepung ikan protein reguler memiliki kandungan 640-679 g/kg. Kandungan minyaknya bersekitar 130 g/kg.
  • Tepung Ikan protein reguler mempunyai minyak rendah sekitar 640 hingga 679 g/kg protein. Kandungan minyaknya hanya 60 g/kg.
  • Tepung ikan protein standart memiliki kandungan sektiar 600 hingga 639 g/kg protein.

    Sehingga hasil dari akhir produk dari tepung ikan yang memiliki prosentase sampai protein 55%, tidak sampai 4% gram dalamnya. Ada jenis lain yang bisa dimanfaatkan sebagai kualitas tepung ikan yaitu efesiensi metionin, disgebilitas protein, keseimbangan nitrogen dan lainnya.

    Kandungan sulfoksida pada tepung ikan begitu sangat tinggi, biasanya dapat digabungkan dengan faktor kualitasnya tetapi hal ini sebenarnya masih belum sempurna. Sulfoksida ini bisa digunakan sebagai alat indikasi proses oksidasi telah dilakukan pada penyimpanan protein tepung tersebut.

Kategori
Uncategorized

Pemeliharaan Ras Ternak Ayam Petelur

Ada beberapa hal yang perlu peternak perhatikan saat memelihara ternak ayam petelur, yaitu sebagai berikut.

1. Sistem Pemeliharaan

Sistem pemeliharaan ternak ayam ras petelur dapat dibedakan menjadi  3 bagian yaitu:

  • Pemeliharaan Tanpa Penggantian Kandang (Brood Grow Lay System). Ayam tidak pernah dipindah-pindahkansehingga akan mengurangi stres. Kandang yang digunakan umumnya berbentuk litter.
  • Pemeliharaan dengan Penggantian Kandang Menjelang Periode Bertelur (Brood Grow System). Ayam dipelihara di kandang yang sama dari awal pemeliharaan sampai siap bertelur. Sesudah siap bertelur,maka ayam dipindahkan ke kandang khusus untuk bertelur pada saat berumur 16-18 minggu.
  • Pemeliharaan dengan Penggantian Kandang Menjelang Periode Dara (Grow Lay System).Ayam dipelihara bersama-sama, mulai dari masa brooding (masa awal hidup) sampai umur kurang lebih 10 minggu. Kemudian, ayam dipindahkan ke kandang lain untuk periode pembesaran, peneluran, dan terakhir fase afkir.

2. Pemberian Makan dan Minum

Pemberian pakan dapat dilakukan 2× sehari yakni pada pagi hari sekitar jam 08.00 dan sore hari jam 16.00. Persentase 40% pada pagi hari dan 60% pada siang hari.

Pertumbuhan ayam petelur dibagi menjadi 3 fase, sehingga jumlah pemberian pakam dibedakan berdasarkan fase pertumbuhan ternak, yakni:

Pemberian Pakan Ayam Petelur
Pemberian Pakan Ayam Petelur

Usahakan jumlah air minum yang diberikan selalu tersedia (adlibitum). Kebutuhan ayam terhadap air biasanya dipengaruhi oleh keadaan suhu. Air dapat menurunkan panas suhu tubuhnya karena ayam tidak mempunyai kelenjar keringat yang dapat membantu menurunkan suhu tubuh.

3. Pencegahan Penyakit

Jenis penyakit yang menyerang ternak ayam petelur adalah bakteri, virus, jamur dan toksin, dan protozoa. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ialah: Berak Putih (pullorum), Foel typhoid, Parathyphoid, Kolera, Pilek Ayam (Coryza), CRD, dan Infeksi Synovitis.

Virusnya ialah Tetelo/Newcastle disease (ND), Infeksi Bronchitis, Infeksi Laryngotracheitis, Cacar Ayam (Fowl pox), Marek, dan Gumboro.

Penyakit yang disebabkan oleh jamur dan toksin terdiri atas penyakit muntah darah hitam (Gizzerosin), dan keracunan dari bungkil kacang. Parasit cacingan, kutu, dan protozoa adalah Trichomoniasis, Hexamitiasis dan Blachead.

Jadwal Vaksinasi Ayam Petelur
Jadwal Vaksinasi Ayam Petelur