Ada beberapa hal yang perlu peternak perhatikan saat memelihara ternak ayam petelur, yaitu sebagai berikut.
1. Sistem Pemeliharaan
Sistem pemeliharaan ternak ayam ras petelur dapat dibedakan menjadi  3 bagian yaitu:
Pemeliharaan Tanpa Penggantian Kandang (Brood Grow Lay System). Ayam tidak pernah dipindah-pindahkansehingga akan mengurangi stres. Kandang yang digunakan umumnya berbentuk litter.
Pemeliharaan dengan Penggantian Kandang Menjelang Periode Bertelur (Brood Grow System). Ayam dipelihara di kandang yang sama dari awal pemeliharaan sampai siap bertelur. Sesudah siap bertelur,maka ayam dipindahkan ke kandang khusus untuk bertelur pada saat berumur 16-18 minggu.
Pemeliharaan dengan Penggantian Kandang Menjelang Periode Dara (Grow Lay System).Ayam dipelihara bersama-sama, mulai dari masa brooding (masa awal hidup) sampai umur kurang lebih 10 minggu. Kemudian, ayam dipindahkan ke kandang lain untuk periode pembesaran, peneluran, dan terakhir fase afkir.
2. Pemberian Makan dan Minum
Pemberian pakan dapat dilakukan 2× sehari yakni pada pagi hari sekitar jam 08.00 dan sore hari jam 16.00. Persentase 40% pada pagi hari dan 60% pada siang hari.
Pertumbuhan ayam petelur dibagi menjadi 3 fase, sehingga jumlah pemberian pakam dibedakan berdasarkan fase pertumbuhan ternak, yakni:
Pemberian Pakan Ayam Petelur
Usahakan jumlah air minum yang diberikan selalu tersedia (adlibitum). Kebutuhan ayam terhadap air biasanya dipengaruhi oleh keadaan suhu. Air dapat menurunkan panas suhu tubuhnya karena ayam tidak mempunyai kelenjar keringat yang dapat membantu menurunkan suhu tubuh.
3. Pencegahan Penyakit
Jenis penyakit yang menyerang ternak ayam petelur adalah bakteri, virus, jamur dan toksin, dan protozoa. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ialah: Berak Putih (pullorum), Foel typhoid, Parathyphoid, Kolera, Pilek Ayam (Coryza), CRD, dan Infeksi Synovitis.
Penyakit yang disebabkan oleh jamur dan toksin terdiri atas penyakit muntah darah hitam (Gizzerosin), dan keracunan dari bungkil kacang. Parasit cacingan, kutu, dan protozoa adalah Trichomoniasis, Hexamitiasis dan Blachead.
Tipe dan Ukuran masing-masing kandang baterai Ayam petelur yang banyak digunakan para peternak saat ini:
1. Tipe 120cm x 35cm x 28cm x 35cm, 6 pintu (sudut kemiringan telur 9 derajat). Ukuran ini diperuntukkan 6 ekor ayam per set-nya. Jadi 6 pintu yang masing2 sekat hanya dapat diisi seekor ayam, sehingga ayam lebih terjaga kesehatannya dan mutu telur yg dihasilkan lebih baik. Tipe kandang ini adalah yg terbaik.
3. Tipe 120cm x 36cm x 30cm x 40cm , 4 pintu (sudut kemiringan telur 9 derajat). Ukuran ini diperuntukkan 8 ekor ayam per set-nya. Memang lebih ekonomis karena dapat menampung lebih banyak ayam per m2 nya. Akan tetapi kepala ayam yang berada diluar (atas) kandang menjadikan minim pergerakan ayam, sehingga ayam hanya makan, tidur, dan bertelur. Tingkat kanibalisme berkurang, sehingga mengurangi angka kematian.
Bisnis ayam petelur butuh modal Rp60 juta-Rp150 juta per 1.000 ekor. Keuntungannya akan sepadan jika Anda mengelolanya dengan baik.
Sejak dulu, ternak ayam petelur memang menjadi bisnis yang menjanjikan karena permintaan telur ayam selalu tinggi dan cenderung stabil di masyarakat.
Namun demikian, memulainya tidaklah mudah. Oleh karena itu, Publikasimedia akan menjelaskan panduan bisnis ayam petelur untuk pemula.
Poin utamanya:
Memulai ternak ayam harus penuh perhitungan, dari pemilihan ayam, kandang, pakan, sampai penjualan.
Butuh keseriusan dan keberanian untuk memulai bisnis ayam petelur karena modalnya sangat besar.
Keuntungan per bulan sangat menjanjikan, termasuk pendapatan lain dari penjualan ayam afkir dan hasil pemanfaatan limbah.
Banyak hal yang mesti diperhatikan untuk mengoptimalkan hasil ternak.
Cara Memulai Bisnis Ayam Petelur dari Awal
Ayam petelur adalah salah satu bisnis ternak yang punya prospek cerah. Untuk memulainya, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini:
1. Memilih Jenis Ayam Petelur yang Cocok
Pertama-tama, Anda perlu tahu bahwa ayam petelur ada banyak jenisnya. Ras populer untuk ternak misalnya Leghorn dan Sussex.
Namun, pilihan ayam harus sesuai dengan kondisi lingkungan di daerah Anda karena tidak semua jenis ayam punya kemampuan adaptasi yang baik.
2. Menentukan Lokasi dan Model Kandang
Langkah memulai bisnis ayam petelur yang kedua adalah mencari lokasi untuk membuat kandang.
Ya, penempatan kandang ternak ayam petelur harus dipikirkan matang-matang. Saran kami, cari tempat yang jauh dari pemukiman warga.
Kenapa?
Selain baunya tidak sedap, ayam juga butuh ketenangan supaya produktif. Pastikan juga kandangnya punya akses air yang lancar dan mudah dijangkau.
Lokasi kandang ayam petelur sebaiknya memenuhi kriteria berikut:
Jauh dari sumber polusi.
Dekat dengan sumber air bersih.
Memiliki tanah yang datar.
Tidak terlalu panas atau dingin.
Memiliki akses yang mudah untuk transportasi.
Setelah menemukan lokasi yang pas, rancang kandang sesuai tempatnya.
Secara umum, model kandang ayam ada dua jenis, yaitu kandang baterai dan koloni.
Bibit ayam petelur yang berkualitas menghasilkan telur yang berkualitas pula. Bagaimana cara mendapatkannya?
DOC alias ayam petelur anakan bisa diperoleh dari peternak pembibit.
Ketika membeli secara langsung, Anda dapat melihat bibit yang bagus dari kondisi fisiknya, seperti bulu bersih, mata jernih, dan berat proporsional.
Ayam petelur akan mulai produktif ketika memasuki umur 18 minggu dan terus bertelur hingga berumur 80 minggu.
Kalau tidak mau menunggu lama untuk bisnis ayam petelur Anda, silakan beli pullet. Ini adalah ayam dara umur 15-22 minggu yang sudah siap produksi.
Pilihan untuk membeli ayam pullet menawarkan beberapa keuntungan, seperti:
Lebih cepat memasuki fase produksi telur dibandingkan DOC.
Tingkat kematian yang lebih rendah.
Mengurangi intensitas pemeliharaan intensif selama beberapa minggu awal.
Anda bisa memilih jenis ayam dengan karakteristik tertentu.
Keputusan tergantung pada preferensi pribadi, sumber daya yang tersedia, serta tujuan bisnis Anda.
???? Ayam petelur di Indonesia umumnya menghasilkan telur berwarna coklat dan putih. Keduanya sama saja, yang terpenting ayamnya harus sehat karena menentukan kualitas telur.
4. Memilih Pakan yang Berkualitas
Pakan menjadi salah satu modal operasional paling besar di antara semua. Itu wajar karena pakan menentukan kualitas telur.
Jadi, supaya telurnya bagus, ayam harus diberi pakan seimbang dan bergizi secara teratur.
Pakan ayam dianjurkan mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan untuk memproduksi telur, seperti:
protein,
omega-3,
prebiotik,
probiotik,
kalsium,
dan magnesium.
Kalsium di tubuh ayam petelur akan berkurang seiring waktu karena bertelur setiap hari. Oleh karena itu, pakan ayam harus mengandung kalsium.
Pastinya kita sudah tidak asing lagi dengan telur ayam, baik untuk konsumsi sehari hari atau untuk kegiatan industri seperti industri pangan.
Hal itu adalah salah satu bentuk dari penggunaan telur ayam yang mana terdapat potensi di dalamnya.
Yakni potensi dari beternak ayam petelur itu sendiri, karena hasilnya juga sudah jelas sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Telur ayam merupakan salah satu komoditi utama bagi masyarakat Indonesia yang dibutuhkan oleh pasar.
Baik pasar tradisional bahkan pasar modern seperti supermarket sekalipun.
Permintaan telur ayam di pasaran yang selalu stabil cenderung meningkat menjadi sebuah hal yang positif bagi para peternak ayam petelur.
Harga telur ayam yang juga stabil bahkan sering naik juga bisa menambah peluang untuk para peternak ayam petelur.
Beternak ayam petelur kini memang menjadi pilihan usaha yang cukup menjanjikan.
Berapa Modal dan Hasil dari Ternak Ayam Petelur 100 Ekor
Dalam memulai sebuah usaha, tentu modal menjadi sesuatu yang paling utama tak terkecuali dalam beternak ayam petelur.
Perlu Anda ketahui, setidaknya ada 5 hal yang harus diperhatikan yakni :
Kebutuhan pakan untuk ayam petelur sangat penting untuk memastikan produksi telur yang optimal. Standar pakan ayam petelur memberikan nutrisi yang dibutuhkan oleh ayam untuk pertumbuhan, kesehatan, dan produksi telur yang baik.
Konsumsi pakan ayam petelur dapat berbeda tergantung pada usia, berat badan, lingkungan, dan kondisi kesehatan ayam.
Nah agar lebih bisa memahami takaran pakan ayam petelur, peternak bisa berpatokan pada tabel kebutuhan pakan ayam petelur.
Berikut adalah kebutuhan pakan ayam petelur perhari:
Sebagai ilustrasi, apabila Anda memelihara 1.000 ekor ayam petelur Lohman dengan usia 15 minggu, maka pakan yang dibutuhkan adalah 70 gram per ekor per hari, jadi untuk 1.000 ekor, pakan yang dibutuhkan sebanyak 70.000 gram atau 70 kg dalam sehari.
Untuk ayam usia bertelur alias 18 minggu ke atas, kebutuhan pakannya sekitar 90- 100 gram per ekor hari. Bila Anda beternak 100 ekor, maka konsumsi pakan ayam petelur yang dibutuhkan sebanyak 10 kg per hari, dan 100 kg untuk setiap 1.000 ekornya.
Untuk standar pakan ayam petelur yang lazim apabila Anda tidak menggunakan pakan jadi pabrikan, bisa pakai rumus 50% jagung, 35% konsentrat, dan 15% bekatul dedak.
Nutrisi Standar Pakan Ayam Petelur
Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan pakan kepada ayam petelur:
Protein: Protein merupakan salah satu nutrisi penting dalam pakan ayam petelur karena berperan dalam pembentukan telur. Pakan ayam layer umumnya mengandung protein dalam kisaran 16-20%, tergantung pada usia ayam dan tahap produksi. Protein adalah nutrisi paling penting dalam kebutuhan pakan ayam petelur perhari.
Protein hewani seperti ikan, daging, dan tulang terdapat dalam pakan juga bisa membantu memenuhi kebutuhan protein.
Energi: Energi dari karbohidrat dan lemak sangat penting untuk memenuhi kebutuhan energi ayam petelur, terutama karena sebagian besar energi digunakan untuk produksi telur. Jagung dan gandum adalah sumber karbohidrat yang umum dalam pakan ayam petelur, sementara minyak nabati seperti minyak kedelai atau minyak jagung dapat memberikan lemak yang diperlukan.
Vitamin dan Mineral: Vitamin dan mineral penting untuk menjaga kesehatan ayam dan kualitas telur. Beberapa vitamin dan mineral penting untuk ayam petelur termasuk vitamin A, D, E, B-complex, kalsium, fosfor, dan magnesium. Pakan ayam layer biasanya diperkaya dengan vitamin dan mineral penting ini.
Serat: Serat membantu dalam pencernaan yang sehat dan juga mempengaruhi kualitas telur. Sumber serat dalam pakan ayam petelur dapat berasal dari biji-bijian utuh atau dedak. Gunakan takaran pakan ayam petelur yang tepat untuk memenuhi kebutuhan serat.
Air: Ketersediaan air bersih yang cukup sangat penting untuk ayam petelur. Ayam yang terhidrasi baik cenderung memiliki produksi telur yang lebih baik.
Keseimbangan Nutrisi: Penting untuk memastikan pakan ayam layer memiliki keseimbangan nutrisi yang tepat sesuai dengan tahap produksi ayam. Ada pakan khusus untuk tahap pertumbuhan, pemeliharaan, dan produksi telur.
Pemberian Supplementasi: Di beberapa kasus, diperlukan suplementasi tambahan seperti kalsium tambahan atau vitamin tertentu untuk memastikan kesehatan dan produktivitas yang optimal.
Manajemen pakan
Manajemen pemberian pakan kepada ayam petelur adalah bagian penting dalam memastikan produksi telur yang optimal dan kesehatan umum ayam. Berikut adalah beberapa prinsip dasar manajemen pemberian pakan untuk ayam petelur:
Jadwal Pemberian Pakan: Tetapkan jadwal yang konsisten untuk memberi makan ayam petelur. Biasanya, ayam petelur diberi makan dua hingga tiga kali sehari, tergantung pada jenis sistem pakan yang digunakan.
Porsi Makan: Pastikan ayam petelur mendapatkan jumlah pakan yang cukup setiap hari. Perhatikan bahwa kelebihan atau kekurangan pakan dapat mempengaruhi produksi telur dan kesehatan ayam.
Akses Terhadap Pakan: Pastikan ayam memiliki akses mudah dan tidak terhambat ke pakan. Dalam sistem kandang, letakkan tempat pakan di tempat yang mudah dijangkau oleh semua ayam. Dalam sistem free-range, pastikan ada banyak tempat pakan di seluruh area.
Kualitas Pakan: Gunakan pakan berkualitas tinggi yang mengandung nutrisi yang tepat sesuai dengan kebutuhan ayam petelur. Pastikan untuk menyimpan pakan dengan baik untuk mencegah kerusakan dan kontaminasi. Kualitas menjadi hal vital selain takaran pakan ayam petelur.
Air Bersih: Pastikan selalu tersedia air bersih dan segar untuk ayam. Air yang cukup penting untuk pencernaan yang baik dan kesehatan umum ayam.
Suplementasi: Berikan suplemen atau vitamin tambahan jika diperlukan, terutama jika ada kekurangan nutrisi dalam pakan atau kondisi tertentu yang membutuhkan suplemen khusus.
Pantau Kondisi Ayam: Perhatikan makanan dan minumnya, serta kondisi kesehatannya secara umum. Jika ada tanda-tanda masalah kesehatan atau gangguan dalam pola makan, segera periksakan ayam kepada dokter hewan.
Manajemen Limbah: Kelola limbah pakan dengan baik untuk mencegah pencemaran lingkungan dan mengurangi kerugian.
Penyesuaian Nutrisi: Sesuaikan pakan dan nutrisi yang diberikan sesuai dengan usia, tahap produksi, dan kondisi spesifik ayam. Kebutuhan nutrisi ayam dapat berubah seiring waktu.
Pemantauan Produksi Telur: Pantau produksi telur secara teratur dan sesuaikan manajemen pakan jika diperlukan untuk memaksimalkan produksi telur.
Tentang ayam layer
Ayam layer petelur memiliki siklus produksi telur yang berkisar antara 18 hingga 24 bulan. Setelah itu, produksi telur mereka cenderung menurun, dan mereka mungkin tidak seefisien ketika masih muda.
Kesehatan ayam layer petelur sangat penting untuk memastikan produksi telur yang optimal. Oleh karena itu, mereka biasanya diberi perawatan kesehatan yang baik, termasuk pemberian vaksin dan standar pakan ayam petelur.
Dengan memperhatikan manajemen pemberian pakan yang baik, Anda dapat membantu memastikan kesehatan dan produktivitas yang optimal bagi ayam petelur.
Itulah informasi lengkap seputar kebutuhan pakan ayam petelur perhari, dengan tabel kebutuhan pakan ayam petelur, maka peternak bisa menentukan takaran pakan ayam petelur yang tepat.
Ayam petelur, jenis ayam yang difokuskan untuk menghasilkan telur berkualitas tinggi, memainkan peran penting dalam industri peternakan. Mereka memiliki karakteristik khusus yang mendukung produksi telur dalam waktu yang cukup lama, dengan fokus utama pada jumlah dan kualitas telur. Dibandingkan dengan ayam pedaging, ayam petelur cenderung lebih kecil dan dirancang khusus untuk mencapai tujuan produksi telur yang optimal.
Di Indonesia, terdapat dua jenis ayam petelur yang umum dijadikan hewan ternak, yaitu Ayam Petelur Putih dan Ayam Petelur Cokelat. Ayam petelur putih, atau yang dikenal sebagai ayam petelur tipe ringan, memiliki ciri-ciri tubuh langsing, bulu berwarna putih, dan jengger merah. Mereka mampu menghasilkan lebih dari 300 telur setiap tahun, namun cenderung sensitif terhadap cuaca panas dan kebisingan.
Sementara itu, ayam petelur cokelat atau ayam petelur tipe medium memiliki ukuran tubuh sedang, tidak terlalu kurus maupun gemuk, dan bulu berwarna cokelat. Mereka menghasilkan jumlah telur yang cukup banyak dan, pada akhirnya, bisa dijual sebagai ayam pedaging.
Namun, beternak ayam petelur tidak selalu memberikan keuntungan langsung. Penting untuk memahami potensi dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk meraih hasil terbaik. Dikutip dari The Spruce, beberapa keuntungan beternak ayam petelur antara lain sebagai berikut.
Sumber Pendapatan Stabil: Ayam petelur mampu memberikan sumber pendapatan yang stabil karena menghasilkan telur secara kontinu. Telur ini dapat dijual untuk mendapatkan penghasilan yang tetap.
Masa Produktif Lama: Masa produktif ayam petelur cukup lama, mencapai satu setengah sampai dua tahun. Produksi maksimum dapat dicapai setelah 90 minggu, dan setelah periode produktif, telur masih dapat dikumpulkan setiap hari.
Permintaan Tinggi: Telur memiliki permintaan tinggi di pasar karena menjadi bahan makanan umum dalam berbagai resep. Beternak ayam petelur memberikan potensi pasar yang luas.
Modal Awal Relatif Rendah: Beternak ayam petelur memerlukan modal awal yang lebih rendah dibandingkan dengan hewan ternak lainnya. Bisnis dapat dimulai dengan jumlah ayam yang sedikit dan ditingkatkan seiring perkembangan usaha.
Biaya Operasional Terkendali: Biaya operasional ayam petelur cenderung terkendali. Pakan komersial yang terjangkau, perawatan yang mudah, dan biaya operasional yang terkendali membuat beternak ayam petelur menjadi pilihan yang efisien.
Ayam Petelur merupakan ayam betina dewasa yang dipelihara khusus dijadikan sebagai ayam petelur untuk diambil telurnya.
Ayam liar yang berada di hutan merupakan asal mula dari unggas petelur ini, kemudian beberapa pakar yang mendalai dunia ayam telah melakukan seleksi secara ketat.
Peternak menggunakan ayam broiler untuk produksi daging, sementara ayam petelur dipilih khusus dengan tujuan untuk menghasilkan telur.
Selain itu, dalam proses seleksi pada warna kulit telur sehingga ayam dapat diidentifikasi sebagai ayam petelur putih atau ayam petelur coklat.
13 Jenis Bibit Ayam Petelur yang Bagus dan Berkualitas
Jenis bibit ayam yang bagus dihasilkan oleh jenis ayam itu sendiri serta pemilihan DOC ayam yang berkualitas. DOC ayam yang berkualitas merupakan keinginan setiap sentral peternakan.
Karena DOC ayam yang baik tentunya akan menghasilkan ayam dewasa dengan kualitas yang lebih baik pula. Mari Mengenal Jenis Bibit Ayam Petelur yang Bagus dan Berkualitas.
Jenis tipe ayam petelur adalah yang membedakan antara jenis ayam petelur lainnya dan terbagi atas beberapa jenis.
Dari waktu ke waktu peternak selalu berusaha mencari jenis unggas yang memproduksi telur relatif banyak dalam waktu singkat.
Adapun jenis – jenis ayam petelur di Indonesia yang memiliki kualitas unggul adalah sebagai berikut :
1. Ayam Ras Petelur Coklat (Hibrida)
Ayam Hibrida terbagi menjadi beberapa jenis tetapi ayam hibrida yang banyak dikenal adalah jenis Golden Comet yang dikenal sebagai ayam negeri atau ayam ras petelur.
Bobot ayam petelur dapat mencapai sekitar 2 kg, meskipun tidak seberat dengan ayam broiler tetapi daging yang dihasilakan oleh ayam petelur memiliki rasa daging yang lebih enak dibanding dengan daging ayam broiler.
Oleh karena itu, ayam petelur tersebut juga termasuk dalam jenis ayam pedaging dan disebut dengan tipe ayam dwiguna atau yang dapat menghasilkan telur serta daging.
Dalam pemeliharaannya ayam petelur merupakan ayam yang proses perawatannya relatif cukup mudah. | Image 1
Jenis ayam hibrida tersebut memiliki sifat mengkonsumsi pakannya yang sedikit, tetapi dengan daya konsumsi pakan yang sedikit ayam petelur hibrida ini dapat menghasilkan telur dengan jumlah yang banyak.
Oleh karena itu, ayam ini terbilang memiliki harga lebih murah dibanding dengan breed lain.
Di wilayah Indonesia sendiri, para peternak banyak memilih ayam petelur hibrida untuk dibudidayakan.
Tubuh ayam hibrida memiliki warna emas dan coklat dengan ekornya yang berwarna putih.
Ayam petelur hibrida dapat bertelur sebanyak 280 an butir setiap tahunnya dengan warna telur cokelat dan ukurannya yang sedang.
2. Ayam Petelur Putih (White Leghorn)
White Leghorn atau biasa disebut ayam Petelur Putih merupakan ayam ras petelur yang memiliki warna bulu putih bersih dan telur yang dihasilkanpun juga berwarna putih bersih, dan pada jengger ayam ini berwarna merah.
Ayam jenis ini merupakan ayam yang dimafaatkan hanya pada telur nya saja dan tidak untuk memproduksi dagingnya.
Selain itu ayam petelur putih ini mampu memproduksi telur mencapai 260 butir pertahunnya.
Disamping itu ayam petelur putih juga memiliki kelemahan yaitu sangat sensitif terhadap cuaca panas dan suasana keributan yang membuat ayam ras ini mudah terkejut sehingga dapat berdampak pada jumlah produksi telur yang menurun.
3. Ayam Ancona
Ayam ini memiliki ukuran tubuh yang kecil dan ramping. Persebaran ayam ancona tersebut sudah tersebar hingga Amerika Serikat dan Inggris.
Penampilan dari ayam ancona ini lebih mirip dengan plymouth rock, tetapi ayam plymouth rock memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil.
Ancona memiliki karakter lebih liar dibanding ayam lainnya dan dapat terbang ke luar dari kandangnya.
Ayam Ancona dapat memproduksi telur sekitar 200 butir pertahunnya, Dan warna dari ayam petelur tersebut berwarna putih dengan bentuk telur yang cenderung kecil dan mungil.
4. Ayam Plymouth Rock (Barred Rock)
Jenis ayam ini merupakan jenis ayam petelur yang sangat cocok dikembangkan sebagai bisnis ayam petelur bagi peternak pemula.
Mengapa demikian ? Karena ayam plymouth rock merupakan ayam yang cenderung lebih mudah untuk diternakan dan dipelihara serta ayam tersebut memiliki daya tahan tubuh yang kebih kuat.
Jumlah produksi telur ayam plymouth rock dapat mencapai 200 butir per tahunnya.
Ayam Plymouth Rock memiliki badan yang lebih kecil dibanding dengan ayam lainnya.
Baca Juga!  Ketahui 6 Dampak Bau Kotoran Ayam Petelur & Solusinya
Ayam tersebut memiliki bulu yang didominasi oleh warna abu – abu dengan garis putis diseluruh tubuhnya.
Serta ayam plymouth rock dapat memproduksi 200 butir per tahunnya.
5. Ayam Ross Brown
Ross Brown merupakan klasifikasi ayam petelur yang diciptakan di Inggris pada tahun 1972, sedangkan di Indonesia sendiri pengembang ayam Petelur Ross Brown yaitu PT.Cibadak Indah Sari Fram.
Ayam Petelur Ross Brown memiliki ciri – ciri warna tubuh coklat dengan produktifitas telur mencapai 270 an setiap tahunya.
6. Ayam Lohman Brown
Jenis ayam petelur lohman merupakan klasifikasi ayam yang diproduksi oleh perusahan Miltibreeder Adirama Indonesia.
Ayam tersebut memiliki warna bulu cokelat seperti karamel dengan warna bulu putih di sekitar leher dan diujung ekor.
Menginjak umur ayam 8 minggu ayam lohman brown dapat memproduksi telur hingga 300 butir pertahunnya.
Ayam jenis ini sangat cocok dijadikan sebagai ayam petelur karena produksi telurnya yang lebih banyaj dibanding dengan jenis ayam petelur lainnya.
Para peternak ayam petelur akan memelihara ayam jenis lohman brown ini pada umur fase grower atau fase ayam sudah mulai berpoduksi.
Jenis petelur ayam ini mampu menghasilkan telur dengan jumlah mulai dari 180 – 320 butir per ekor dalam setahun | Image 6
Ayam sussex merupakan salah satu jenis ayam yang memiliki dwi fungsi. Yakni bisa dijadikan sebagai ayam penghasil daging dan ayam pengasil telur.
Berat ayam jantan dapat mencapai 4,1 kg per ekor, sedangkan untuk yang betina mencapai 3,2 kg.
Jenis ayam ini mampu menghasilkan telur dengan jumlah mulai dari 180 – 320 butir per ekor dalam setahun.
Untuk ayam yang berwarna terang seperti kuning dan putih menghasilkan telur lebih banyak dibanding jenis ayam yang lainnya.
Ayam petelur jenis sussex ini memiliki sifat yang tenang dan suka berkeliaran tanpa merusak lingkungan.
8. Ayam Hamburg
Ayam petelur dengan nama sebutan ayam Hamburg merupakan ayam asli yang berasal dari Jerman.
Merupakan ayam yang paling indah bila dipandang, karena ayam ini memiliki bulu yang berwarna putih dengan bintik – bintik bewarna hitam.
Ayam petelur hamburg dapat menghasilakan telur sekitar 200 butir per tahunnya.
9. Ayam Ras Rhode Island RedÂ
Rhode Island Red merupakan ayam yang biasa diternakakn atau dipelihara untuk kebutuhan daging dan telur.
Ayam tersebut berasal dari Negara Amerika Serikat yang merupakan keturunan ayam yang mampu beradaptasi serta kuat pada cuaca ekstrim.
Produksi telur hingga 250 butir per ekornya.
Ayam jenis Rhode Island Red memiliki bulu yang berwarna coklat kehitaman sehingga penampilan ayam ini menjadi lebih gelap.
10. Ayam Barnevelder
Jenis ayam ini memiliki ciri khas bulu yang mengkilap berwarna hitam dengan ujungnya coklat.
Ayam barnevelder yaitu persilangan dari Landrace Belanda dengan unggas hutan Asia.
Produktivitas telur ayam barnevelder yaitu 200 butir pertahun. Menurut informasi, ayam ini bukan penerbang yang baik maka cocok jika diternak di area perkebunan.
11. Ayam Maran
Maran termasuk jenis ayam dwiguna, yaitu bisa dijadikan ayam petelur dan ayam pedaging.
Ciri fisik ayam maran yaitu mirip ayam plymouth rock namun warna paling banyak abu-abu gelap dengan corak putih bergaris sedikit. Telur ayam maran berwarna hitam gelap.
Pertahun ayam maran dapat menghasilkan telur sekitar 200 butir.
12. Ayam Buff Orpington
Buff orpington berasal dari Kent, dan masuk dalam jenis ayam yang favorit di wilayah teresebut. Warna pada bulu ayam ini yaitu keemasan dan agak tebal.
Pertahun ayam buff orpington dapat menghasilkan telur sebanyak 180 butir.
Buff orpington juga suka mengerami telurnya saat musim panas tiba. Ayam ini juga sangat jinak dan suka berinteraksi dengan manusia.
Ayam petelur merupakan salah satu jenis ayam yang menjadi pilihan peternak unggas di berbagai daerah.
Stabil nya permintaan akan kebutuhan telur menjadi salah satu alasan kenapa peternak memilih ayam petelur ini.
Bila di logika memang kebutuhan telur ayam bukan hanya stabil tapi akan terus naik karena bertambahnya jumlah penduduk serta kesadaran masyarakat untuk memenuhi asupan protein hewani.
Dengan harga yang relatif terjangkau bila dibandingkan dengan daging maka telur ini menjadi favorit untuk semua tingkatan ekonomi masyarakat
1. Tentukan Jenis Ayam Petelur yang Akan Diternakan.Â
Di Indonesia ada beberapa pilihan jenis ayam petelur.
Yang paling populer adalah ayam petelur merah dengan jenis Lohman Brown.
Namun selain ayam petelur merah ada juga jenis ayam arab atau ayam kampung yang bisa difungsikan sebagai ayam petelur.
Dan di luar negri banyak juga yang menggunakan ayam petelur putih dalam industri besar ayam petelur.
Tentu saja setiap jenis ayam tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Bila Anda memilih ayam merah petelur ayam ini memiliki produktifitas paling tinggi di bandingkan dengan ayam petelur jenis lain.
Namun bila memilih ayam arab, ayam elba atau ayam kampung produktifitas nya bila di ukur ada di bawah jenis ayam petelur merah.
Namun memang ayam arab dan ayam kampung harga jual nya lebih tinggi bila dibanding kan dengan telur coklat atau telur dari ayam merah.
2. Tentukan Bibit Ayam Petelur yang Berkualitas.
Bila Anda memerlukan bantuan mengenai menentukan jenis bibit yang baik Anda bisa mengkonsultasikan ke pada tim hobiternak.com terlebih dahulu.
Memang menentukan bibit ini sangatlah penting, karena akan menentukan hasil dari ternak kita di kemudian hari.
Hasilnya bisa di ukur dari jumlah produksi dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan.
Di situ akan kita dapati untung dari ternak kita.
Bila Anda tidak mau repot memelihara ayam petelur dari DOC atau bibit ayam usia nol hari, Anda bisa langsung membeli ayam petelur yang siap produksi.
Ayam petelur siap produksi ini biasa disebut dengan nama Ayam Pullet.
Anda tinggal menyiapkan kandang dewasa.
Pada umumnya ayam bertelur pada usia pemeliharan 16 minggu ke atas.
Kami biasanya menjual ayam pullet ini lengkap dengan data vaksin dan record pemeliharaan yang detail serta ayam kami kirim sampai kandang peternak.
Harga jual ayam petelur yang sudah dewasa (pullet) memang bisa berbeda-beda di setiap penjual.
Dan perlu menjadi perhatian jangan tergiur dengan harga yang murah karena kualitas bibit, pakan yang diberikan hingga dewasa dan perhitungan waktu bertelur menjadi bagian dari penentu harga ayam pullet petelur tersebut.
3. Bangun Kandang Ayam Petelur di Lokasi yang Tepat.
Sebelum membuat kandang perlu Anda pelajari terlebih dahulu perijinan dan situasi lingkungan di sekitar lokasi.
Beberapa kejadian yang bisa menjadi pelajaran kita, yakni saat kandang ayam petelur sudah dibuat muncul keluhan dari warga sekitar kandang akan keberadaan kandang ayam di lingkungan nya.
Tidak bisa dipungkiri memang jarak dengan pemukiman warga yang terlalu dekat bisa akan menimbulkan bau kandang yang kurang sedap masuk ke dalam rumah warga.
Konsekuensi adanya lalat yang berasal dari kotoran dan pakan bisa berkeliaran di area kandang.
4. Memilih Model dan Jenis Kandang yang Tepat.
Dari sisi kenyamanan kandang seperti arah kandang dengan sinar matahari serta arah angin bisa Anda sesuaikan dengan dasar ilmu peternakan yang terpercaya.
Anda juga perlu menentukan jumlah ayam dalam satu kandang, tinggi kandang ayam dari lantai maupun jenis bahan kandang ayam petelur yang paling tepat.
Ada beberapa model kandang ayam petelur yang biasa peternak pilih.
5. Minum Ayam Petelur.
Minuman adalah komponen ternak ayam petelur yang sangat penting. Dengan kualiatas air yang tidak bagus tentu saja akan berpengaruh terhadap ternak ayam Anda.
Bersihkan tempat air di dalam kandang secara teratur. Selain itu yang kadang peternak lalai di bagian jalur atau pipa penghubung dari menuju tempat minum ayam.
Tidak lupa tempat tandon air minum juga perlu dibersihkan secara periodik.
Berbicara mengenai tandon air memang sebaiknya tandon air diberi atap yang akan mengurangi suhu air saat terkena sinar matahari.
Biasanya tandon air ada di atas sehingga suhu air akan menghangat saat cuaca panas muncul.
Air yang hangat atau panas akan berpengaruh terhadap ayam petelur kita.
Resiko minuman yang panas ini bisa menyebapkan ayam stress dan dalam ilmu peternakan sering disebut dengan Heat Stress pada ayam.
Ayam petelur merah memang terkenal dengan produktivitas telurnya yang tinggi, maka dari itu banyak peternak yang memilih untuk memelihara ayam ini
6. Pakan Ayam Petelur.
Pakan ayam petelur yang baik memang bisa berbeda-beda pilihan untuk setiap peternak.
Walupun tidak wajib ada juga peternak yang menambahkan perangsang telur ayam untuk ternak nya.
Pentingnya konsisten dengan satu merek menjadi hal penting dalam pemilihan pakan ayam ini.
Karena jika kita gonta-ganti pakan maka risiko ayam stres bahkan tidak mau makan akan sangat mungkin terjadi.
Selain kualitas pakan yang baik, keberlangsungan akan ketersedianya memang menjadi hal yang dasar Anda untuk menentukan produk mana yang Anda pilih.
Hal ini perlu menjadi perhatian yang menjadi prioritas khususnya bagi Anda yang berada di daerah atau di luar pulau Jawa.
Karena jangan sampai bila sudah memilih produk pakan ayam petelur dengan merek tertentu kemudian merek tersebut hilang di pasaran.
Hal demikian akan menimbulkan masalah tersendiri untuk ternak ayam petelur Anda.
Pakan ayam petelur dari DOC sampai bertelur memang menjadi komponen besar dalam penyusun biaya produksi namun jangan sekali-kali mencoba atau mengganti pakan dengan pakan alternatif tanpa ilmu yang mencukupi.
Pabrik pakan sudah mengukur dengan teliti dan cukup rumit mengenai rumus kandungan pakan untuk mencapai hasil yang maksimal.
Dan hal ini biasanya dilakukan oleh orang yang sangat ahli dibidangnya serta memiliki kompetensi imu yang mumpuni.
7. Perawatan Kandang Ayam Petelur.
Menjaga kebersihan kadang itu hanyalah permulaan saja.
Kandang ayam petelur tidak hanya bersih namun juga steril dan minim resiko berkembangnya penyakit ada di dalam kandang.
Dalam skala kecil ternak ayam petelur rumahan memang lebih mudah dalam pelaksanaan perawatan kandang ini..
Membatasi orang yang bisa masuk ke kandang ayam merupakan hal wajib yang biasanya diterapkan peternak ayam petelur.
Bukan tidak mungkin memang orang yang masuk menjadi agen pembawa penyakit masuk kedalam kandang ayam.
Penyakit ayam bisa nempel di baju atau yang sering terjadi menempel di alas kaki. Biasa nya terjadi bila orang yang masuk ke kandang tersebut sebelumnya masuk kekandang lain yang telah terjangkiti penyakit.
Kotoran ayam yang sakit tadi menempel di alas kaki kemudian menyebar ke kandang lain dengan perantara alas kaki tersebut.
Di level ternak ayam petelur pemula biasanya kurang serius menangani hal ini.
8. Perlunya Vaksinasi Ayam
Vaksinasi ayam petelur ini ibarat sedia payung sebelum hujan. Memang vaksin yang kita berikan ke ayam bukan menjadi garansi ayam kita bebas penyakit.
Namun bila ayam telah divaksin maka ayam akan lebih kebal dengan penyakit tersebut saat menyerang.
Dan bila dihitung secara biaya, pemberian vaksin dan risiko yang ditimbulkan saat ayam sakit tidak sebanding dengan nilai kerugian bila ayam terpapar penyakit.
9. Kontrol Produksi Per Ekor Ayam.
Kesungguhan ABK atau anak buah kandang menjadi hal penting di poin ini. Mereka harus bisa memilih ayam mana yang produktivitasnya tinggi dan ayam mana yang produktivitasnya rendah.
Bila menemukan ayam yang produktivitasnya rendah segera dipisahkan dengan ayam lainya.
Kita bisa afkirkan lebih awal agar ayam tersebut tidak hanya menghabiskan pakan namun tidak memberikan kontribusi telur yang bagus
10. Proses Pemanenan Telur Hingga Proses Distribusi.
Menyediakan tempat khusus untuk transit atau dijadikan gudang telur sementara adalah hal yang perlu diperhitungkan dengan matang.
Hindari tempat yang bersuhu tinggi yang akan mempengaruhi kualitas dari telur tersebut.
Memang dalam penyimpanan telur paling bagus di suhu normal lemari es yakni di angka 7 derajat sampai 13 derajat celcius.
Dan semakin panas suhu lingkungan telur akan berpengaruh buruk untuk tersebut.
Angkutan transportasi dalam distribusi telur pun perlu menjadi catatan penting bagi Anda agar telur tetap dalam kondisi baik.
Memulai dan menjalankan usaha peternakan ayam potong serta ayam petelur sebenarnya mudah untuk dilakukan. Tapi dengan adanya tips dalam mengelola ayam peternak, Anda bisa lebih bisa memperoleh target penjualan yang Anda impikan selama ini.
Strategi yang tepat adalah dengan mengubah cara beternak. Dalam hal ini, Anda harus bisa memperhatikan kualitas dengan cara mengutamakan kesejahteraan ayam ternak Anda.
Berdasarkan laman OIE (World Organisation for Animal Health), terdapat lima kebebasan kehidupan para hewan, yakni bebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari rasa ketidaknyamanan, bebas dari rasa sakit, celaka dan penyakit, bebas dari tingkah laku yang normal, serta terbebas dari rasa stress.
Bila Anda menerapkan cara beternak dengan standar yang tinggi pada kesejahteraan ayam, pastikan Anda bisa menghasilkan produk yang berkualitas. Karena, ayam Anda bisa memperoleh ruang gerak untuk bisa mengikuti naluri alamiahnya untuk bisa bebas makan, minum, bersarang, berinteraksi, bertelur, hingga bertengger.
Salah satu hasil produknya adalah telur bebas kandang atau cage-free yang dinilai memiliki nutrisi lebih tinggi dan anti alergi daripada telur ayam lainnya.
Walaupun sistem pengelolaannya lebih kompleks, tapi masyarakat dan para pebisnis F&B saat ini sudah banyak yang melirik produk dari animal welfare. Peminatnya yang banyak dan harga jualnya yang tinggi akan membuat bisnis Anda untuk bisa terus berkembang.
Peternakan adalah sebuah kegiatan produksi pemeliharaan hewan tertentu untuk mendapatkan manfaat dan hasil. Seperti peternakan Ayam diambil telur, daging, maupun kotorannya sebagai pupuk. Adapun lainnya seperti bebek, kelinci, kuda, dan sebagainya. Sampai peternakan hamster misalnya yang cenderung didirikan untuk mensupply kebutuhan rumah tangga yang memiliki hobby terhadap hewan kecil.
Dalam perjalanannya peternakan sudah terus berkembang dan banyak dibantu dengan peralatan-peralatan modern. Seperti Nipple Drinkers yang mana sangat bermanfaat dalam penghematan air, tenaga serta sangat membantu dalam menjaga kebersihan kandang itu sendiri. Dan telah dirancang sedemikian rupa untuk berbagai jenis hewan ternak.